WA: 081342348252
Selamat datang di website resmi MAN 2 Sinjai

Siswa MAN 2 Sinjai Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun: Inovasi Kimia Berwawasan Lingkungan

12 February 2026 | Penulis: | Madrasah Siswa MAN 2 Sinjai Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun: Inovasi Kimia Berwawasan Lingkungan

Sinjai (Kemenag Sinjai) – Laboratorium IPA MAN 2 Sinjai menjadi saksi kreativitas para siswa dalam mengolah limbah rumah tangga. Pada Kamis (12/02/2026), puluhan siswa kelas XII melaksanakan praktikum Kimia Senyawa Organik dengan fokus inovatif: pemanfaatan minyak goreng bekas (jelantah) sebagai bahan baku pembuatan sabun.
Kegiatan ini bukan sekadar aktifitas laboratorium biasa, melainkan upaya edukatif untuk memahami proses kimia kompleks sekaligus memberikan solusi nyata terhadap pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah sembarangan.
Dalam praktikum ini, para siswa mempraktikkan langsung proses esterifikasi dan saponifikasi. Secara teknis, minyak jelantah yang merupakan trigliserida direaksikan dengan larutan alkali (NaOH) untuk menghasilkan gliserol dan garam asam lemak, yang kita kenal sebagai sabun.
"Kami ingin siswa tidak hanya menghafal rumus di buku, tetapi melihat langsung bagaimana reaksi kimia terjadi. Menggunakan minyak jelantah mengajarkan mereka bahwa zat yang dianggap limbah bisa kembali memiliki nilai guna tinggi melalui ilmu kimia," ujar ibu darniati guru mata pelajaran kimia MAN 2 Sinjai.


Langkah-Langkah Inovasi Proses pembuatan sabun ini melalui beberapa tahapan ketat untuk memastikan hasil yang aman bagi kulit:
Pemurnian: Minyak jelantah disaring dan direndam dengan arang aktif dan daun pandan untuk menghilangkan bau serta sisa kotoran.
Pencampuran: Minyak yang telah bersih dicampur dengan larutan soda api (NaOH) dengan perbandingan yang presisi.
Aditasi Warna & Aroma: Untuk meningkatkan nilai estetika, siswa menambahkan minyak esensial alami dan pewarna daun pandan ramah lingkungan.
Pencetakan: Adonan sabun dimasukkan ke dalam cetakan selama 2x24 jam.


Kepala MAN 2 Sinjai memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, keterampilan ini berpotensi menjadi bekal wirausaha bagi para siswa. Jika dikelola dengan baik, sabun dari minyak jelantah ini memiliki nilai ekonomi yang dapat membantu UMKM lokal sekaligus mengurangi beban limbah cair di saluran air warga Sinjai.
Dengan tuntasnya praktikum ini, diharapkan kesadaran akan kelestarian lingkungan di lingkungan madrasah semakin meningkat, membuktikan bahwa sains bisa hadir sebagai solusi sederhana namun berdampak besar bagi kehidupan sehari-hari.


Bagikan Berita: